Showing posts with label syukur. Show all posts
Showing posts with label syukur. Show all posts

2012-03-22

PEDULI :: SYRIA




. dikecam . dibunuh . disiksa . dan bermacam lagi .

. namun tidak pernah hilang keyakinan dengan pertolongan ALLAH YANG SATU .

kerana Allah TIDAK pernah mungkir janji !

kecilnya diri ini berbanding mereka .

.moga pertolongan Allah sentiasa bersama dengan ummat Muhammad sallalahu'alayhi wasallam . aamiin.

#alhamdulillah, terima kasih ya Allah. Engkau berikan kami keamanan di sini :')

2011-08-02

 i know ,
and every single 'alert' Muslim knows that we are in the barakah month, RAMADHAN .

Alhamdulillah, nampaknya Allah telah memakbulkan doa kita semua..kita berpeluang menjadi TETAMU ALLAH. ALHAMDULILLAH...

tak terungkap rasanya kalau ingin menzahirkan apa yang ada di lubuk hati saat ini. betapa sayangnya Allah kepada hambaNya. begitu banyak amal kebaikan yang dilipatgandakan ganjarannya. amalan sunat dikira pahalanya seperti amalan wajib. amalan wajib pula dikira sepuluh kali ganda.

kita diberi bonus satu bulan yang lebih baik dari 1000 bulan. Allah menjanjikan syurga. Allah menjanjikan pembebasan dari azab api neraka.

Sabda Rasulullah SAW, "barangsiapa yang mendirikan malam-malam dalam bulan Ramadhan kerana iman dan mengaharap pahala (daripada Allah), nescaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (hadith muttafaq a'laih)

source : deviantart.com

source : brotherhoodarts.com


ingin saya kongsikan khutbah Rasulullah SAW sebelum tibanya Ramadhan;

perbanyakkanlah melakukan EMPAT hal dalam bulan Ramadhan,

DUA perkara membuat Allah redho.
1.syahadat 'Laa ilaaha illallah'
2.istighfar kepadaNya

DUA perkara yang tidak diperlukan Allah, tetapi sangat kita perlukan.
1.meminta syurga dari Allah.
2.memohon dijauhkan daripada api neraka

sama-sama kita renungkan Sabda Rasulullah SAW;
SETIAP manusia melakukan dosa tetapi SEBAIK-BAIK pelaku dosa adalah
yang berSEDIA untuk bertaubat
dan MEMOHON KEAMPUNAN daripada ALLAH. :)

wallahu'alam. taqobballallahu minna wa minkum ~






2011-04-30

spaghetti = account ? -.-"

alhamdulillah . alhamdulillah . alhamdulillah :)

nak cerita pasai pa nih ?

ehee. sy nk cerita tentang...

interview ! (26.04.2011) yup . tarikh ini dan hari itu menyaksikan sy di-interview oleh 'sir' dan 'madam' dri MARA ...

jum . bismillahirrahmaanirrahim ~

8.00 am (ketika bersarapan)

ayah : nanti pukul 1 ayah balik rumah. interview pukul 2 kan? siap-siap, bwk sume dokumen yg perlu .

me : ha'ah , pukul dua . tapi dia suruh datang setengah jam awal . tempatnya kat plaza larkin .

mak : dengar tu nerah . siap cepat-cepat . nanti kalau lambat , panik pulak . (tau2 je mak ni.hee)

pagi berlalu seperti hari-hari biasa . tapi, saya tak bekerja hari itu . maklumlah , nak pergi interview penting :D

terus sahaja saya menyemak kembali keperluan-keperluan interview . sijil? dah . borang? dah . gambar? dah . esei? alamak! belum .

written on the sheet; write an essay about yourself, education and carreer . at least 300 words .

mak aihh . kena tulis dalam bi pulak tu . allright ...i'll do it now .

*jam menunjukkan pukul 12.00 ketika itu xD . jangan contohi saya ok .

mak : nerah! (memanggil dari bawah) dah siap belum? kejap lagi ayah balik . ada apa-apa lagi tak siap ke ? makan dulu .

me : dah mak ! kejap-kejap . (dah tapi kejap ? hehe . jari masih menari-nari di atas keyboard . esei belum siap lagi !!)

dalam hati ~ come on , siapkan . buat elokelok . lepas ni jangan careless lagi .

1.00 pm : masih di rumah . esei belum print . peluh sejuk mula mengalir . critical !

ayah : nerah dah siap belum ? solat dulu , baru bertolak .

me : okay yah . insya allah dah siap . (alhamdulillah, esei selamat di-print.hope everything goes well)

dup.dap.dup.dap.dup.dap
debaran makin terasa
Allah,permudahkanlah~

1.40 pm : tiba di pejabat mara . register .

sis : adik punya interview pukul berapa ?

me : dua .

sis : okay , tulis nama kat sini .
ada apa apa jawatan ? pengerusi/n.pengerusi?

me : angguk .

sis : setiausaha ?

me : geleng .

sis : ajk ? sukan ... sekolah/daerah/negeri/kebangsaan?

me : angguk . (sebenarnya sy pelik sebab dia tak speaking pun.hehe)

sis : adik , nanti kat dalam kena cakap banyak-banyak tau . kalau kat luar pun adik dah macam ni , susahlaa dik . diorang nak tengok adik bercakap .

me : err . terima kasih kak . (seriously, im really thankful with her.she reminds me.thank you!)

2.00 pm : allow me to continue in english as 'our' interview were conducted in english .

we were called eight-by-eight a group . our interviewers consist of three , two sirs and a madam .

i was the first one who entered the room ! mood of excited started filling in me. hee. we sitted in front of them . . .

sir 1 : you may be seated . no need to follow your numbers . (im the fourth :)
so, how are feeling today ?

us : fine, thank you (still in whispers.nervous maybe...)

sir 1 : err, be yourself. just natural okay. (just smiled)

us : okayokay !

sir 1 : first of all, i'll introduce the three of us. . .today, we are going to have a group activity. i really hope you will enjoy it . now, i hand this session to madam. (sorry to say, i cant remember their names T_T)

madam : good afternoon everyone . listen to this instructions . you are given spaghettis, thread and a pair of scissors . all you need to do is make a bridge using these items . you have 30 minutes to do it . after that, we will test the bridge by put a can of 500g sardines for 1 minutes . (she's really kind.trust me.even i don't like inventing things,her soft voice calmed me)

us : whoaaa . only 30 minutes? with just thatss material? spaghetti?

madam : and, every discussions must be done in english. plus, cannot ask our help. with that, you may start .

us : okay !

the first session started well . we begin our discussions . how to make , what to dos , divide the works , how to ensure the strength of the bridge . . .

at the same time , they watched us . observe and jot down their points . *err . apa laa yang dia nampak kat saya ni kan?? rasa nak terbelit lidah kena speaking . x)

frankly , that time, im more to 'done-the-job' rather than 'voice-out-opinion' person . seriously , i really weak in this 'do-it-yourself' activity . i do hope that madam found good qualities in me . . .

smile :) we succeed the test . the 500g can look happy on the fresh-new bridge ! hoho . yess , the bridge did not collapse . allhamdulillah !
*MZ song-alhamdulillah starts to play in my head*

we returned to our seats .

sir 2 : now , i will ask each of you a question . you can only answer it in one minute . remember , one minute , not three minutes .

i cant remember all the questionnaires . but my question was . . ,

"for your opinion from the previous activity, who was the most effective leader?"

me : good afternoon . for me , the most effective leader was farzana . because she......(there goes my answer . hee . i think i've given the best answer . insya allah .)

3.00 pm : the interview ended . yayy ! we shaked hands . thanked the sirs and madam . *with hopeful faces . do choose us please!*


alhamdulillah . alhamdulillah . alhamdulillah :D


without realise , the interview had end . i cant describe my feeling . still cool ? idk . err . just hope that i get this scholarship . high hopes for sure !


p/s : *sy memang selalu buat kerja last minute . do.not.follow.follow okay -.-' 
*if you have time , spare some du'a for me . doakan kejayaan saya untuk mendapatkan tajaan mara ni . ini peluang sekali seumur hidup . please .
*sy boleh gerenti, kalau umur panjang, sy akan bawa balik kejayaan . bukan untuk diri sendiri sahaja . tapi untuk semua . terutama untuk Islam !
*with the title 'alim-mujahid' !
*future-certified-accountant the next ten years . insha allah . doakan saya :)

2011-02-05

Nukilan Tinta ; Taufan Aloe Vera

alhamdulillah , sujud dan syukur aku panjatkan kerana dengan izin-Nya , terhasillah satu cerpen hasil titik keringat si puteri ini . Alhamdulillah , berjaya juga hasilkan satu yang juga merupakan cerpen pertama seumur hidup :) dan insya Allah akan menyusul yang lain .

weeee~


Taufan Aloe Vera ~

‘Ishhh.’ Hati Hanna berkecamuk. Ibarat benang yang terpintal-pintal, makin cuba dileraikan, makin kusut jadinya. Terasa seperti ada yang tidak kena. Apakah perasaan ini? Ah... Tak mungkin berita buruk. Tetapi...mungkinkah???

Rimasnya...Sut putih rasmi syarikat yang dipakainya, dirasakan seperti menyerap haba pula. Hanna mengetap giginya yang cantik tersusun itu, cuba menenangkan hati. Dia tidak mahu memori dahulu berulang kembali. Dalam layar mindanya, satu demi satu kenangan pahit di universiti lapan tahun lalu diulang tayang. Hanna masih ingat, ketika dia dibuang universiti, segalanya bertukar hambar. Longlai saja Hanna mengatur langkah. Mana tidaknya, baru sahaja ingin melakar impian, mencorak kejayaan pada kanvas hidupnya, tiba-tiba ditelan rakus dek angin taufan entah dari mana. Tercungap-cungap Hanna mencari titik punca untuk keluar. Sedaya upaya melepaskan diri dari jerangkap mindanya.

“Tok tok tokk.” Pintu bilik pejabatnya diketuk dari luar.

Tersentak Hanna seketika. Bayangan taufan yang memusnahkan hidupnya dahulu, terus lenyap begitu sahaja buat seketika. Hanna segera menarik nafas panjang. Hanya dengan sekali nafas, dapat dirasakan udara sejuk dari alat pendingin hawa menyusup masuk memenuhi rongga dadanya. Memberi keselesaan pada seluruh liang dan sendi yang menegang.Hanna tidak mahu dikesan sedang dalam kesulitan. Sambil itu, sempat bibirnya memberi respon, “Masuk!”

“Cik Hanna, ini surat khabar yang cik minta tadi.” Wajah tenang setiausahanya yang kecil molek berkaca mata, terpacul di muka pintu. Begitu kemas memakai sut putih khas syarikat mereka, Ijtihad Company. Segera diletaknya surat khabar itu ke atas meja Hanna dan berlalu pergi. Mungkin setiausahanya dapat mengesan perubahan pada riak muka Hanna.

Tanpa berlengah, segera diselaknya setiap lembaran bercetak hitam putih itu. Pantas anak matanya mengimbas setiap tajuk, memastikan tiada yang tercicir. Jantungnya berdegup kencang. Dirasakan seperti sedang membuka slip keputusan peperiksaan universiti pula. Berdebar tidak menentu. Adakah lulus atau...? Tiba di muka surat kelima, mata Hanna tertancap pada tajuk “ IJTIHAD COMPANY ...”

“ Masya Allah! ” Terjerit Hanna melihat tajuk yang terpampang. Mata ini yang salah melihat atau surat khabar ini tersalah cetak? Dipejam celik matanya untuk mendapatkan kepastian. Andai surat khabar itu bernyawa, sudah pasti disoal siasatnya surat khabar itu tanpa henti. Diejanya satu persatu nama syarikat yang tertera. Sah, dia tidak bermimpi. “Produk ‘I.Aloe Slim Cream’ yang dikeluarkan oleh Ijtihad Company didapati telah melanggar Akta Perihal Dagangan 1972. Menurut sumber, produk ini mengakibatkan rengsangan dan gatal-gatal kepada pemakainya…”

Hanna tidak mahu mempercayai berita itu. Sepantas kilat jemarinya mencapai tetikus yang sedia di hadapannya. Untunglah segalanya di hujung jari kini. Tidak sampai seminit, maklumat yang ingin dicari oleh Hanna telah terpapar di skrin komputer ribanya. Ya, komputer inilah yang sentiasa di sisinya baik dalam senang mahupun kepayahan. Ketika bergelumang dalam masalah di universiti dahulu, komputer riba ini jugalah yang berjasa kepadanya. Tanpanya, tidak mungkin Hanna dapat berhubung dengan papa ketika di luar negara dahulu.

‘Siapa yang sanggup menyebarkan berita palsu ini? Siapa?’ Bagai mahu luruh jantungnya. Lemah segala sendi dan sarafnya. Pada laman web carian itu, lebih sepuluh tajuk mempersoalkan integriti syarikatnya. Tidak cukup dengan itu, pelbagai tohmahan dan cercaan dilemparkan tanpa usul periksa. Bagai terpalit segalanya di muka Hanna. Makin lama, makin memberat dan menyesakkan. Berpinar-pinar mata Hanna mencari cahaya. Biliknya yang tadi tampak gah dengan simbahan cahaya pagi, kini gelap. Sepi.

Tidak cukup lagikah onak ranjau yang merintangi kehidupan ini? Bermula di universiti, berbagai cabaran ditempuhinya. Panas disangkanya sampai ke petang. Rupa-rupanya hujan di tengah hari! Sangat memeningkan. Taufan silam datang menyerbu bersama gambaran lalu yang pahit, berpusar-pusar, tambah menyakitkan benaknya. Serta-merta wajah Professor Charles menjelma di sela-sela pusaran angin taufan yang melanda. Makin lama, semakin jelas membentuk rupa di ruang matanya.

“Cik Hanna, anda disarankan supaya pulang ke Malaysia. Universiti ini sudah tidak memerlukan penipu seperti anda.” Tegas dan muktamad. Terkesima Hanna mendengar nasihat berupa arahan daripada Professor Charles.

Riak mukanya yang tadinya ceria terus berubah suram. Ibarat sekuntum mawar yang baru sahaja ingin berkembang. Tiba-tiba dipisahkan daripada batang yang menyalurkan segala klorofil dan oksigen. Layu malah hilang serinya.

Belum sempat Hanna membantah, Dekan Jabatan Biokimia di University of Oxford itu menyambung, “Keputusan ini muktamad. Kami pihak universiti tidak akan menerima sebarang alasan lagi. Siasatan telah dijalankan dan anda didapati melakukan plagiat.” Terpancar amarah di sebalik bebola mata hazel milik professor.

Mungkin tercabar kerana ada pelajar yang sanggup menipu semata-mata ingin mendapatkan populariti, fikir Hanna. Karakter Professor Charles yang terkenal dengan keramahan dan humor, kini berubah kepada tegas dan keras. Hanna hanya mampu tunduk ke lantai. Lagaknya seperti pesalah di penjara. Hina.

Sangkanya, tiada siapa dapat mengesan jenayah yang dirancang itu. Sudah betul-betul rapi kononnya. Bukan dia seorang. Dia dan Ziana, teman sebiliknya...
“Zie, kau dah siap tugasan fasal tumbuhan tempoh hari?”
“Muka aku ni, nampak dah siap ke Hanna?”
“Kau jangan main-main. Esok dah tarikh akhir tau!”
“Buat apa susah hati, buku teks kita yang seribu muka surat tu kan ada?”
“Biar betul Zie?”
“Betul, Hanna. Tahulah aku macam mana. Kau ikut je. Biar susah senang sama-sama.”

Aduh! Mereka terlalu lalai dengan keseronokan yang sementara. Saban hari, jadual harian mereka padat. Bukan diisi dengan menelaah pelajaran, tetapi dihabiskan dengan berpeleseran. Melepak dan berjalan tiada hala tujuan. Usah ditanya, ke mana dihabiskan hampir keseluruhan duit biasiswa mereka. Langsung tidak dimanfaatkan ke arah kebaikan.

Apabila tiba masa menghantar tugasan, Hanna kalut. Tidak mampu membuat keputusan yang rasional lantas mengambil jalan singkat dengan meniru sahaja daripada sebuah buku. Begitu juga Ziana. Begitu mudah mereka mencari jalan keluar. Diambil sahaja bulat-bulat daripada buku teks ‘Plant Form and Function’ hasil karangan Felix Eugène Fritsch dan Sir Edward James Salisbury. Langsung tidak diubahnya. Daripada itulah pensyarah mereka dapat mengesan ketidakjujuran mereka.

Kepintaran intelek yang dimiliki, disalahgunakan. Intelek kelas pertama tetapi mentaliti kelas ketiga! Begitulah yang dihebah-hebahkan oleh pelajar University of Oxford tatkala berita pembohongan Hanna dan Ziana terbongkar. Pelajar Melayu harapan negara telah mengaibkan seluruh rakyat Malaysia! Memalukan!

‘Ya Allah, ampunkan dosaku…aku tersilap langkah, ya Allah!’ desis hati Hanna. Kesal. Seluruh hidupnya dirasakan telah berakhir. Seluruh dunia seperti mentertawakannya. Tiada yang mahu menghulurkan tangan, apatah lagi membantunya bangkit semula. Langsung tidak memberi peluang untuk Hanna memohon keampunan.

‘Papa, mama…maafkan Hanna. Apa patut Hanna buat?’ ‘Balik Malaysia?’ ‘Buat malu je…’ ‘Hanna nak sambung belajar di mana???’ ‘Arrghhh!’ Bertubi-tubi soalan mengasak dadanya. Sesak dadanya mencari penyelesaian. Biliknya di asrama universiti itu juga dirasakan semakin gelap, sempit, melemaskan. Seolah-olah turut menghalaunya cepat-cepat pulang ke Malaysia.

Tiba-tiba, sejalur cahaya muncul dari skrin komputer ribanya…seolah-olah memberi sinar harapan baru. ‘Eh, ada mesej. Daripada siapa ye?’ Hanna menggumam. Tertanya-tanya. Apa pula lah kali ini. Apabila ditekan butang ‘open’, terpapar gambar penghantar dan keseluruhan mesej. ‘Eh, papa?’

Usai membaca kiriman itu, Hanna merenung jauh. Memikirkan masa depannya. Air mata mengalir membasahi pipi mungilnya. Lebat dan deras. Bak mutiara yang begitu sukar untuk diperolehi, begitulah sukarnya Hanna untuk menitiskan air mata. Tetapi hari ini papa berjaya memecahkan benteng kekerasan yang memagari hatinya. Ya, papa langsung tidak melenting, apatah lagi menyalahkannya.

“Jangan bersedih, Hanna. Papa yakin sudah tiba masa untuk Hanna berubah. Kesilapan lalu akan mematangkan kita. Ingat tak, apa arwah mama pesan? Untuk mendapatkan kesenangan, kita perlu menghadapi kesukaran terlebih dahulu. Hanna jangan risau. Pulanglah ke Malaysia. Papa akan bantu...”

Hanna menguatkan tekad dalam hati. Seolah-olah komputer yang baru disegarkan, Hanna dapat merasakan semangat baru mengalir dalam darahnya. Akanku buktikan! Hanna akan ingat sampai bila-bila, seorang muslim tidak akan jatuh ke dalam lubang yang sama buat kali yang kedua! Akanku pegang amanat arwah mama ini! Ya Allah, bantu hamba-Mu ini…

Kini, Hanna menghela nafas panjang, mematikan lamunannya. Segera kembali ke dunia nyata. Masalah yang dihadapi syarikatnya ini mesti diselesaikan segera. Fuhh, jika masalah ini tidak dapat diatasi, seladang aloe vera pun tidak dapat merawat kelukaan di hati papa, Hanna pasti!

Hanna lalu memujuk dirinya supaya bertenang. Hmm…Aloe Vera berasal dari Afrika dan dikenali sebagai “lili di padang pasir”, “tumbuhan yang berkekalan” dan “tumbuhan berubat”. Tumbuhan ini memerlukan tanah yang berparit lengkap dan boleh tumbuh di atas tanah yang kurang nutrisi di samping memerlukan tanah yang mengandungi asid, neutral dan alkali asas. Sejenis tumbuhan hijau yang tahan lama. Gel bersih yang terkandung di antara dedaun, boleh merawat luka, kebakaran dan ketidakseimbangan kulit yang lain. Dengan mengaplikasikan pada bahagian yang bermasalah sebagai lapisan pelindung, ia akan meningkatkan kadar penyembuhan dan mengurangkan risiko infeksi (peradangan). Tindakan ini adalah disebabkan kewujudan aloectin B, yang mana boleh merangsang sistem imun.

Tekun Hanna menyelak kembali hasil kajian ketika dia di tahun akhir pengajiannya. Dia cuba mencari di mana silapnya produk ‘I.Aloe Slim Cream’ itu. Adakah kandungannya tidak sesuai atau mungkin pemakainya yang bermasalah? Hanna sedaya upaya melerai permasalahan yang menyimpul ini. Hanna yakin ini bukanlah simpulan mati. Pasti akan berjaya dirungkaikan.

Kepintaran IQ yang dimilikinya juga tidak dibiarkan berhabuk, tidak berusik. Sedaya upayanya, dia memikirkan alternatif-alternatif yang sesuai. Dalam mindanya, dirangka pelan penyelesaian satu demi satu. ‘Seperti sedang membuat peta minda untuk subjek biologi pula.’ Secebis senyuman terukir pada wajah bujur Hanna tatkala terkenang zaman pengajiannya. Ya, sangat bermakna dan tidak mungkin akan terpadam dari memorinya. Pengalaman itulah yang mengajarnya supaya tidak cepat melatah. Tekadnya, pisang tidak mungkin akan berbuah buat kali yang kedua. Hanna juga tidak akan membiarkan silapnya dahulu berulang buat kali yang kedua. Sama sekali tidak akan!

2.15 petang. Hanna selesai solat Zuhur dan makan tengah hari ditemani setiausahanya. Mengikut perancangannya, selepas ini dia akan bertemu wartawan serta pelapor yang menyiarkan berita tentang syarikatnya itu. Bukanlah hendak menyerang, tetapi Hanna mempunyai bukti yang kukuh bahawa produknya tidak memberi kesan sampingan.

Pagi tadi, Hanna telah mendapatkan laporan makmal berdasarkan ujian keberkesanan produk ‘I.Aloe Slim Cream’nya. Tiada masalah seperti rengsangan atau gatal-gatal sebagaimana yang dilaporkan akhbar. Malahan, produk kesihatan yang dihasilkan syarikatnya juga mampu merampingkan pemakainya dalam masa sebulan jika mengikut aturan yang ditetapkan. Inilah yang memusykilkan Hanna. Pasti ada silap di mana-mana...

“Alhamdulillah!” Bergetar hati Hanna tatkala mengalunkan kalimah syukur pada Yang Esa. Syukur kerana Allah memudahkan urusannya. Baru sahaja tadi, dia selesai menghantar e-mel kepada papa. Memang begitu rutin kehidupannya; setiap perkara akan diceritakan kepada papa. Hanna sedar papalah yang paling rapat dengannya sejak sejarah hitam dahulu.

Surat khabar yang tersadai di atas meja kerjanya, ditatap puas. Andai semalam hatinya luruh apabila melihat akhbar itu, namun, hari ini hatinya berbunga mekar. Segar kembali. Mana tidaknya, pengakuan bahawa apa yang tersiar semalam adalah palsu belaka. Malah, mereka memohon seribu kemaafan atas kesilapan yang dilakukan. Tidak sia-sia Hanna menyelongkar daripada akar umbi.

Semalam, segalanya dapat diselesaikan. Wanita yang menuduh syarikatnya menipu, juga berjumpa dengan Hanna. Setelah disoal-siasat, ternyata tekaan Hanna tepat. Wanita itu telah menggunakan produk lain bersama-sama dengan produk Ijtihad Company. Tidak ada kena mengena dengan ‘I.Aloe Slim Cream’. Timbul kekesalan dalam hati Hanna. Haihh...Begitu mudah manusia membuat kesimpulan. Syarikatnya pula yang menanggung akibat. Tergeleng-geleng Hanna seketika.

‘Papa, Hanna akan pastikan kepercayaan papa tidak sia-sia pada kali ini. Percayalah!’

Serius sahaja muka Hanna. Bebola matanya dikecilkan lantas mengitari pandangannya ke segenap ruang dalam pejabatnya itu. Sambil itu, mengemaskan letak punggung di atas kerusi empuk miliknya. Seperti ada nafas baru yang memberinya kekuatan. Memberinya keyakinan untuk terus kuat mempertahankan Ijtihad Company. Seteguh aloe vera yang mampu bertahan dalam apa jua keadaan. Biar apa jenis taufan yang melanda, kakinya akan tetap teguh berdiri. Terus melangkah ke hadapan. Hanna yakin, di penghujungnya, akan ditemukan pelangi indah yang membawa kebahagiaan.

menulis dalam konteks 'penulisan kreatif' sebenarnya menyeronokkan juga :)

2011-02-01

|mode| happy :D

alhamdulillah . . . 

im just wanna say that im happy today :) :)

weeeee.

why ? [rahsia lh.]

i'll feel happy when rainbow appears dont you ? :)

2011-01-15

first trial :)

bismillahirrahmaanirrahim .
testing . testing . percubaan blog puteriakhirat :)


alhamdulillah , dpt pun cipta blog . tp belum complete lg ni .
lots of things to be corrected . . .